Kamis, 11 Januari 2018

Peran Mahasiswa dalam Meningkatkan Literasi di Kalbar

author photo
Tulisan Lili Ervina Conny
"Sebagai mahasiswa alangkah baiknya kita menanamkan jiwa membaca dan menulis di diri kita sendiri dan membantu pemerintah dalam memerangi anggapan yang menyatakan bahwa minat membaca di Indonesia masih sangat rendah, khususunya di Kalbar."
Literasi merupakan kemampuan individu dalam mengolah serta memahami informasi pada saat menulis maupun membaca. Dengan membaca, wawasan kita akan bertambah luas serta pikiran kita akan menjadi terbuka, dengan menulis, maka kita dapat mengekspresikan diri kita melalui sebuah tulisan dan dapat meningkatkan kosakata pada diri kita. Itulah segelintir manfaat yang kita rasakan apabila kita menanamkan semangat jiwa membaca dan menulis pada diri kita.

Peran Mahasiswa dalam Meningkatkan Literasi di Kalbar
pixabay.com

Menurut saya, minat membaca dan menulis di era ini sudah mengalami kemerosotan. Dapat kita lihat banyak mahasiswa yang menjiplak karya orang lain di internet atau yang biasa disebut plagiat saat mengerjakan tugas. Hal tersebut dilakukan karena mereka menginginkan sesuatu yang instan dan cepat selesai. Mereka hanya meng-copy-paste karya orang lain, maka tugas mereka akan kelar tanpa harus bersusah payah membaca maupun menulis dengan kinerja mereka sendiri.

Apakah mahasiswa seharusnya begitu? Seharusnya mahasiswa sebagai kaum intelektual dapat menciptakan karya mereka sendiri  dengan kreatif dan inovatif tanpa harus menjiplak karya orang lain. Mahasiswa seharusnya dapat menjadi panutan masyarakat yang berlandaskan dengan pengetahuannya, latar belakang pendidikan, dan etika-etikanya.

Mahasiswa diyakini sebagai agent of change, social control, dan iron stock atau dengan artian lain sebagai penggerak perubahan, pelaku dalam masyarakat, dan memiliki kemampuan dengan akhlak yang mulia. Sebegitu besar dan penting peranan mahasiswa bagi bangsa ini.

Baca Juga:

Gerakan Literasi Sekolah Sebagai Bentuk Perjuangan Kemerdekaan Indonesia Berkelanjutan


Jika dengan hanya membaca buku saja mereka malas, bagaimana kedepannya mereka bisa membawa perubahan-perubahan untuk bangsa ini dengan wawasan mereka yang masih sangat minim? Bagaimana mereka bisa membantu pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi bangsa ini?

Sebagai mahasiswa alangkah baiknya kita menanamkan jiwa membaca dan menulis di diri kita sendiri dan membantu pemerintah dalam memerangi anggapan yang menyatakan bahwa minat membaca di Indonesia masih sangat rendah, khususunya di Kalbar.

UNESCO menyatakan bahwa indeks minat membaca Indonesia adalah sebesar 0,001% artinya dari 1000 orang hanya terdapat satu orang yang serius dalam membaca. Bukankah disini seharusnya peran mahasiswa dalam membantu pemerintah.

Baca Juga:

Apakah Media Cetak Masih Digemari Kids Zaman Now?



Mahasiswa dapat melakukan berbagai upaya untuk membantu pemerintah, yang pertama adalah menanamkan terlebih dahulu semangat membaca pada diri setiap individu. Mahasiswa harus menyadari terlebih dahulu pentingnya membaca bagi kehidupan mereka.

Kedua, mahasiswa harus ikut menyukseskan program-program yang dilakukan oleh pemerintah, seperti kegiatan pameran buku, pemilihan duta baca, dan masih banyak lagi.

Ketiga adalah mendirikan komunitas-komunitas yang berkenaan dengan literasi untuk menularkan semangat membaca tersebut dan meningkatkan minat membaca pada masyarakat.

Baca Juga:

Dampak Gadget Terhadap Minat Baca



Sudah seharusnya mahasiswa mendukung kegiatan literasi dan menjadi agen literasi di Kalbar seingga membawa perubahan di masa depan.

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post