Minggu, 04 Maret 2018

Sajak-sajak Laila Utami

author photo
Sumber gambar: Pixabay.com
Pesan Terakhir dari Syurga

   
Patah tongkat ku tak bisa berjalan
    Tak sekokoh bangunan megah yang dulu kekar
    Tak elok rupa dan irama yang berlantun
    Peka telingaku, ku tak mendegar lagi
    Irama-irama cinta bergaung
    Tetap saja aku tidur
    Roda-roda syurga bergulir jalan lurus
    Tak seniat pun aku menoleh
    Terdengar lagi lantunan biola itu
    Tetap saja ku tak perduli
    Ah sudah lah, bukan kulit yang harus ku koyaki
        Hilang semerta saja
        Gelap, aku tak berkutik, batu itu aku saat itu
        Biola itu tak terdengar lagi
        Senyap…….
    Datang panggilan aku tersujud
    Terima kasih
    Idahkan ku dengan surat-Mu
 


****


Kopi Itu

Sudahlah…
Biar saja dia di sana
Bercampur ria hingga menggoda
Biarkan saja dia ceria
Bertemu karib lama seakan ini surga
Sudahlah…
Serut saja kopi itu
Kopi yang membuat ingat tentang aku
Kopi yag kau angap itu aku
Serut saja dia
Habiskan saja semuanya
Pun, aku sudah terima




***

Demi Nama Mu

Mengenang mu bukan hal yang mudah bagi ku
Berbagai tetesan darah yang tercucurkan demi anak mu
Bukan hal yang sulit bagi mu
Untuk dapat membebaskan kami
Buka hal yang sulit bagi mu jua tuk membanggakan dan membesarkan kami
Kini hari lahir negeri mu tlah tiba
Tapi sayang kau tak di sini
Melihat anak-anak mu yang berjalan gagah
Tegap membawa pusaka
Kau hanya dapat memandang diantara tiraian awan putih
Demi nama mu akan kami jaga pusaka ini
Pusaka yang kau titipkan demi negeri
Kau ajarkan kami mencintainya
Cinta negeri


***


Peri Malam
Hari ini kau bukan malaikat
Matamu binary siap menyikat
Katamu layak pedang siap menghujat
Aku mati sekarat
    Malam itu kau berbeda
    Bukan peri malam yang indah
    Seakan kita tak pernah bersua
    Kau hanya duduk diam bertahta
Kau berkuasa
Melempar semua amarah
Membenamkan wajah tak bersalah
Mati semua, mati rasa

***

Laila Utami penulis puisi yang masih terus belajar. Silakan kirim tanggapan mengenai puisi-puisi di atas. Salam Literasi


Laman Literasi Kalbar menerima tulisan berupa puisi, cerpen, resensi  & opini. Silakan kirim ke literasikalbar@gmail.com
Ketentuan tulisan bisa baca di Kirim Tulisan

Baca Juga Puisi :

Mendidik Anak Malah Diserang Paksa


Jarak Kita


Laila




This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post