Rabu, 28 Februari 2018

Sajak-sajak Ivan Aulia

author photo
Karya Ivan Aulia

pixabay.com

Membentang Wajah Manismu

: untuk Rizkha Nurul Lathifah

Membentang senyum
Berupa ketakjuban sepadang senyum
Rembuk terbang menyerupai kupu-kupu
Serdadu putih menyerupai bidadari
Bertepi pada kota kecil sambil meriuh udara segar
Menemani anak bernestap di alun-alun

Membentang senyum
Berupa serdang menyerap jiwa ragamu
Rembuk awan menyerupai sayap-sayapmu
Serpihan kain kerudung menyerupai hamparan dan kian mengkilau mentaru pagi

Berjelaga pada kota kecil sambil bersyair untuk kerinduanmu
Menemani rumah bernestapa dalam segepuh doa
Sajak dipersembahkan untukmu dan kota kecil sangat bahagia pada hari ini
Selamat bernostalgia

Blitar, 2017

***

Silahkan Kamu Menghadap ke Pohon

Atas keliwetan
Keluar dari sini
Dan jangan kembali di rumahmu lagi
Karena kejengkelanmu paling fatal segelitik semak malam penuh kerusuhan
Menangis entah alasan tersingkir
Mempalingkan penyakit hati
Surut banjir hadaplah batinmu
Lihatlah pohon yang megah
Sekecil pun dipuja

Begitupun pasrah
Bagaimana bisa rapuh
Jika hilang begitu saja beberapa bulan kemudian
Dicetak undangan misteri
Mengundang sinis mencekik tengah malam
Rasakan berceceran melumutkan air dan hampamu
Salam segundang perasaan

Menjembatani kematian
Menjemput pembunuhan
Mendatangkan penyiksaan
Dan rasakan maut mengajal
Dan meriuhkan hatimu
Dan keresahanmu di liang kubur

Surabaya, 2017

***

Menulis Sajak di Kota Kecil

Rumpun sepi digebu hening
Temukan sejuk pagi pada kota kecil
Sehimpun jalan raya begitu menipis
Blitar kelahiran bung Karno
Mengakar pohon bersenandung senyam
Serumpun angin digebu bening

Temukan merabah malam pada kota kecil
Sehimpun jalan begitu hampa
Blitar menyejuk bersih dan seri
Mengakar kopi disajikan hangat pada malam santai
Mengakrabi kota kecil
Menulis sajak merantai hatimu
Dan mencintaimu selamanya

Blitar, 2017


M Ivan Aulia Rokhman, Lahir di Jember, 21 April 1996. Mahasiswa Universitas Dr Soetomo Surabaya. Karyanya dimuat di koran lokal dan Nasional. Beberapa puisinya juga dimuat dalam antologi Bukan Kita (2017), My Teacher (2017), Syair dalam Nada (2017). Bergiat di FLP Surabaya, dan UKKI Unitomo. Seorang Penulis ditengah Berkebutuhan Khusus.


Laman Literasi Kalbar menerima tulisan berupa puisi, cerpen, resensi  & opini. Silakan kirim ke literasikalbar@gmail.com
Ketentuan tulisan bisa baca di Kirim Tulisan

Baca Juga Puisi:

Aku Bukan Siapa-Siapa


Jarak Kita


Mendidik Anak Malah Diserang Paksa



This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post