Sabtu, 13 Januari 2018

Gerakan Literasi Sekolah Membangun Budi Pekerti Generasi Muda

author photo

Tulisan Yongki Vero Halim
“Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”
Kutipan yang disampaikan oleh presiden pertama Indonesia Ir. Soekarno menunjukan bahwa generasi muda memiliki peran yang sangat penting bagi kemajuan bangsa Indonesia atau dengan kata lain masa depan Indonesia ada pada gengaman tangan generasi muda sebagai para penerus bangsa. Karena hal ini generasi muda harus dibangun menjadi pribadi-pribadi yang memiliki budi pekerti dan moralitas yang baik serta berwawasan luas.

Gerakan Literasi Sekolah Membangun Budi Pekerti Generasi Muda
pixabay.com

Salah satu cara yang dilakukan pemerintah untuk membangun generasi muda yang memiliki budi pekerti baik dan berwawasan luas adalah dengan program Gerakan Literasi Sekolah atau GLS. GLS sendiri merupakan suatu program yang diluncurkan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang bertujuan untuk mengembangkan minat baca siswa yang merupakan generasi muda penerus bangsa.

Tidak dapat dipungkiri dengan adanya perkembangan teknologi pada zaman globalisasi menyebabkan banyak generasi milenial yang merupakan generasi muda bangsa menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bermain gawai. Dengan berkembangnya aplikasi media sosial anak-anak dan remaja akan dengan mudah memperoleh informasi hoax dan konten-konten negatif yang tidak sesuai dengan nilai-nilai pancasila.

Baca Juga:

Ketertarikan Masyarakat Kalbar dalam Literasi



Dilansir dari laman CNN Indonesia, riset yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelengara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukan temuan yang mengagetkan. Pada kategori usia 20-24 tahun ditemukan 82 persen dari total penduduk kelompok itu sebagai pengguna internet. Temuan paling mengejutkan adalah persentase pengguna internet pada kategori usia 10-14 tahun mencapai 100 persen dengan jumlah 768.000 jiwa. Dari riset ini pula diketahui bahwa media sosial merajai konten internet yang paling sering diakses.

Dengan adanya program GLS anak-anak dan remaja kembali diajak untuk mulai membudayakan aktivitas literasi terutama membaca buku. Buku yang dibaca oleh siswa dalam program GLS ini mmerupakan buku-buku nonakademik seperti cerita rakyat, dongeng dan hikayat.

Baca Juga:

Mencekoki Literasi Lebih Dini


Selain untuk menanamkan kembali kebiasaan membaca pada siswa, program GLS juga dapat membentuk budi pekerti dan karakter siswa melalui bacaan yang mereka baca. Melalui cerita rakyat, dongeng dan hikayat itulah siswa diharapkan dapat mengambil pelajaran dan amanat yang memiliki nilai-nilai moral yang sangat berharga yang terkandung dalam bacaan tersebut dan dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post