Kamis, 06 Desember 2018

Kalbar Semakin Maju dengan Literasi

author photo
Tulisan Yuni Fera

Belakangan ini literasi menjadi istilah yang familiar bagi banyak orang. Istilah ini sering kali terngiang di telinga terutama di kalangan pelajar dan pendidik yang menggunakan kurikulum 2013. Namun, tidak semua dari mereka benar-benar memahami makna dari literasi secara jelas.
Kalbar Semakin Maju dengan Literasi

Literasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kemampuan  menulis dan membaca; pengetahuan atau keterampilan dalam bidang atau aktivitas tertentu. UNESCO berpendapat bahwa literasi adalah seperangkat keterampilan nyata – khususnya keterampilan kognitif membaca dan menulis – yang terlepas dari konteks di mana keterampilan itu diperoleh dan dari siapa memperolehnya.

Menurut UNESCO kemampuan literasi merupakan dasar untuk belajar sepanjang hayat. Kemampuan literasi dapat memberdayakan dan meningkatkan kualitas individu, keluarga, masyarakat. Karena sifatnya yang multiple Effect, kemampuan literasi membantu memberantas kemiskinan, mengurangi angka kematian anak, pertumbuhan penduduk, dan menjamin pembangunan berkelanjutan, serta terwujudnya perdamaian. Bagaimanapun, buta huruf adalah hambatan untuk kualitas hidup yang lebih baik.

Baca Juga: Rendahnya Tingkat Literasi, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Menurut saya, tingkat literasi di Kalimantan Barat saat ini semakin meningkat, hal ini terjadi karena adanya Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Gerakan Literasi Sekolah merupakan suatu gerakan untuk membiasakan dan memotivasi  peserta didik untuk mau membaca dan menulis guna menumbuhkan budi pekerti.

Salah satu contoh dari Gerakan Literasi Sekolah adalah dengan kegiatan membaca buku nonpelajaran sebelum waktu belajar dimulai. Hal  ini sangatlah baik, dengan adanya  gerakan ini akan memberikan efek positif kepada para pelajar, wawasan mereka pun menjadi luas karena rajin membaca. Selain itu, mereka yang telah terbiasa membaca akan lebih mampu menyerap informasi dari bacaan dengan baik.

Gerakan ini lambat laun akan menumbuhkan niat para pelajar,  apalagi jika konten bacaannya menarik dan bermanfaat otomatis akan semakin membangkitkan niat baca mereka, oleh karena itu juga perlu diperhatikan lagi dalam membuat tulisan, dengan meningkatkan kualitas bacaan besar kemungkinan niat baca pelajar akan semakin meningkat.

Baca Juga: Buku Sebagai Sumber Bacaan yang Terancam Akan Punah

Dengan meningkatnya minat baca maka akan membuat penulis menjadi lebih bersemangat dalam berbagi ilmu lewat tulisan yang mereka buat. Berdasarkan informasi yang di post dalam Tribun Pontianak pada 5 November 2017, Literasi Kalbar memberikan energi positif bagi penulis lokal. Hal itu dapat dilihat dari antusias masyarakat mengikuti Kalbar Book Fair di Rumah Radakng, mereka tidak hanya datang untuk melihat tetapi juga membeli buku-buku yang dipamerkan

Antusias yang tinggi dari masyarakat pun membuat para penulis lokal semakin semangat untuk berkarya dan berkreasi. Menurut saya, diperlukan juga wadah bagi mereka yang berminat dalam menulis namun masih pemula seperti membentuk sekolah literasi, sehingga mereka tidak merasa minder, mereka dapat belajar bersama , berbagi ilmu dan semakin mengasah kemampuan mereka. Meningkatnya literasi maka mutu pendidikan pun akan meningkat, dengan literasi juga orang memperoleh keterampilan, pengetahuan dan pembentukan sikap dalam menghadapi masalah.

Baca Juga: Budaya Baca Tulis di Zaman Milenial

Sekarang ini sedang maraknya berita-berita hoax, dengan literasi kita bisa lebih kritis dalam menanggapi informasi agar tidak bereaksi secara emosional dan tidak mudah terpengaruh. Dengan meningkatnya minat masyarakat akan literasi maka akan semakin memajukan Kalbar karena adanya orang-orang yang berkualitas sehingga besar kemungkinan terwujudnya masa depan Bangsa Indonesia yang cerah dan mampu bersaing dengan negara-negara lain.

Baca Juga: Wajah Sastra Kalimantan Barat


This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post