Kamis, 19 September 2019

Kota Kabut, Api dan Manusia Dungu Membakar

author photo
literasikalbar.com -  Beberapa puisi kritik mengenai fenomena asap yang terjadi di Kota pontianak dan sekitarnya. Penulis mengungkapkan pikiran dan keresahannya terhadap penyebab kabut asap di kota Pontianak. Kabut asap melanda, literasi harus tetap berlangsung seperti biasa.


kota kabut, api dan manusia dungu membakar


Bakar Saja Selagi Kabut


oleh A. Riza

Bakar saja itu tak apa
Hanya asap yang menyelimuti kota
Kita masih bisa bernafas
Bahkan masih bisa makan enak dan tidur nyenyak

Bakar saja lahan yang luas itu
Nanti kau akan menanam pohon kelapa di sana
Mengajak kami memanen buahnya
Untuk kirim ke luar negeri

Bakar saja hutan kita
Flora dan fauna di hutan bisa berpindah ke kota
Jangan khawatir ia punah
Karena manusia masih ada.

Manusia dungu
Bakar saja jika hati nuranimu telah membatu
Bakar saja jika hati nuranimu berisi iblis

Kota  kabut, 19.9.19


***

Api Kabut


oleh A. Riza

Api bekerja musim panas meraja
Melahap daun kering di waktu senja
Menjadikan abu pada apa saja
Kabut menyebar ke desa dan kota

Api berkobar membakar hutan
Flora fauna menjadi korban
Asap membumbung sangat perlahan
Kabut menggepul tak tertahan

Api menjalar membuka lahan luas
Dipercikkan manusia berhati buas
Tak memedulikan dampak luas
Memenuhi ambisi untuk puas

Wahai sang penguasa
Hatimu keras bagai baja
Tak peduli masyarakat sengsara
Mencari alasan kerja berbicara

Mencari cara orang lain disalahkan
Melempar batu sembunyi tangan
Menutup mata terbakarnya hutan dan lahan
Tindakan seadanya tak berhasil kabut dilumpuhkan

Kota Kabut, 19.9.19

***

Kotaku Pagi Berkabut


oleh A. Riza

Pagi itu matahari memerah bulat.
Sinarnya tertahan kabut yang pekat.
Aku tak menarik nafas segar untuk pagi.
Tetapi menahan sesak dada ingin pergi

Kotaku suram berbalut kabut
Hati masyarakat semakin kalut
Mencari masker penutup mulut
Penguasa menutup mata telinga hanya memikirkan perut
Banyak opini berbicara meramput

Kota kabut, 19.9.19


Pembaca yang budiman, kami menerima tulisan berupa opini dan sastra. Silakan kirim puisi pembaca ke literasikalbar.com . Kami sedang menerima tulisan mengenai kabut asap (berpa kritik/tanggapan) yang sedang melanda Kalimantan Barat, seperti puisi-puisi di atas yang berjudul Kota Kabut, Api, dan Manusia dungu Membakar

Baca Juga :
Puisi | Tersesat
Merah Jambu, Durjana, & Sepasang Sahabat
Puisi | Ratapan Kehidupan

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post