-->

Sabtu, 23 April 2022

Sajak Yanuar Abdillah Setiadi dan Kepastian Tak Kunjung Tiba

author photo

literasikalbar.com - Yanuar mengungkapkan rasa melalui puisi dengan diksi yang tak biasa. Pembaca bertanya dan perlu menambah kosakata yang jarang dibaca.


Pic Pixabay


Sajak Yanuar Abdillah Setiadi dan Kepastian Tak Kunjung Tiba


"Jika cinta telah rekah jalal, Izinkanlah aku memetiknya dengan jabat ijab halal."


Mimpi


Mimpi yang kau inginkan

terkatup pada dahan

menggelantung di antara

angin dan hujan. Ditempa kilat

petir. Hanya ada dua pilihan 

terjatuh gagal ke bumi atau

terbang ke langit menjangkau

langit pencapaian


Purwokerto, 2022


***


Pasca Hujan


Semerbak petrikor bermekaran di 

sepanjang jalan. Dicumbu bibir kesepian

sebelum lusuh di makan zaman.

markah basah digilas bulir hujan

seorang pemuda  masih meraba jalan pulang

di tengah embun yang kian memudar

oleh kilau cahaya parasmu yang

terbit setelah hujan mulai mereda,  menciptakan

pelangi yang mencuat di asmaraloka

menyilaukan tentramnya hatiku 

yang sedang nyaman menjalani

hidup berkarib kesunyian.


Purwokerto, 2022


***


Hujan Kepastian yang Tak Kunjung Tiba


Panas menggelontor mengguyur

harapan, gersang di musim pancaroba.

Adaptasi mereka-reka kapan hujan kepastian 

akan tiba. Sekawanan burung menebar biji

kecemburuan. Namun, ladangku telah kering

oleh lamanya kesetian. Mana mungkin biji-

biji itu akan tumbuh menjadi penyesalan.


Sekian lama menanti, kepastian tak kunjung

rintik, bumiku mulai memudar, retak dan mengering.

Setelah diteliti sekian purnama, ternyata hujan

terhalau kibasan pesona wanita lain yang 

menghalau hujan kepastian rincik dan

memilih rinai di tempat liyan.

  

Purwokerto, 2022


***


Peperangan


Setan terkekeh-kekeh 

menertawakan iman yang goyah 

diserang serdadu godaan di Bulan

Ramadan. Kendali diri mengitari 

istana keteguhan. Membentengi gempuran

godaan dari berbagai penjuru.

Gejolak emosi siap membakar tiang

istana keteguhan. Namun, teduh air wudu 

memadamkan percik api yang membara.

Pertempuran akan terus beralangsung hingga kumandang

takbir dilantunkan di hari kemenangan.


Purwokerto, 2022


***


Kausalitas


Jika kembang telah ditanam

Izinkanlah kasih rekah di pucuk cinta

Jika cinta telah rekah jalal

Izinkanlah aku memetiknya dengan jabat ijab halal.   


Purwokerto, 2022


***


Subuh


Syair cinta dikumandangkan 

pada pagi buta. Ayam membangunkan

jiwa-jiwa yang sedang dicumbu kasmaran.

Dingin melenggang bersama pekat malam

Hamba-hamba mendirikan rakaat cinta

Melatakan kening yang menampung hujan

kegelisahan. Menukik sujud,

tumpah, dipasrahkan kepada Sang Pemilik  

Supaya ringan menjalani penderitaan yang telah

digariskan. 


Purwokerto, 2022


***



Yanuar Abdillah Setiadi, lahir di Purbalingga, 01 Januari 2001. Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab UIN Saifuddin Zuhri Purwokerto. Santri Pondok  Pesantren Modern El-Furqon Purwokerto. Karyanya telah tertulis di berbagai media. Juara 3 LCQN Pena Artas, Juara 3 LCPN Komunitas Tanjungisme, Juara 2 LCPTN Mannera. Wa: 085865771853, Facebook: Yanuar Abdillah Setiadi, Instagram: @yanuarabdillahsetiadi




This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post