-->

Jumat, 27 November 2020

Sajak-Sajak Barokatus Jeh dan Altruisme

author photo

Sajak-Sajak Barokatus Jeh menggambarkan sesuatu hal secara gamblang yang terpampang pada judul puisi. Namun, pembaca diajak mencari makna dari suatu kata yang jarang didapati.


Mungkinkah kau sibuk menata niat, untuk bertemu denganku lagi


Literasi Kalbar
Sajak-Sajak Barokatus Jeh dan Altruisme, pic pixabay


Apositia


Aku malas ke mana-mana, puisiku berceceran di mana-mana

Aku bingung untuk ke mana, sajakku sibuk mencari pintu ide di mana

Aku duduk seharian menghadap jendela, puisi dan sajakku berlarian di luar jendela

Aku sibuk menatap senja, puisiku menjadi siluetnya

Aku enggan 

Puisiku diam

Memilih tidur di buku-buku diary


Ponorogo, 19 November 2020


***



Hujan


Hujan menumbuhkan ranting rindu

Ke tembok-tembok kamar 

Ke kolong-kolong lemari

Ke bantal kesayangan

Ke kasur-kasur

Ke kertas-kertas puisi yang baru saja ditulis


Semuanya menggenang dan menggigil di kamar 

Dan halaman hatimu


Ponorogo, 19 November 2020


***


Altruisme


Seorang bocah berlarian dengan buru-buru, kuamati dengan saksama

Di tangannya payung bolong dibawa dengan tergesa

Kakinya tak beralas dengan pakaian berjamur

Sepuluh menit kemudian

Seorang bocah itu menuntun kakek buta

Membawanya menemui nenek di seberang jalan 

Hatiku meringis pilu

Berdiri di halte tanpa melakukan apa-apa


Ponorogo, 19 November 2020


***



Menunggu


Sudah kusemprot banyak kali untuk mengawetkan aroma wangi, 

kepada saku jaket kusembunyikan perasaan senang berlebihan

Jam terus mengalun merdu di pergelangan tangan kiriku

Sebuah percakapan dalam kepala meriuhkan energi semangat, bukan untuk bersedih tapi untuk merayakan


Aku masih menunggumu di St Louis, tempat kita melemparkan tawa, tanpa berkenalan dengan luka-luka yang menghantam tubuh kita

Sampai denting jam mengalun mesra, siluet tubuhmu belum juga terlihat

Mungkinkah kau sibuk menata niat, untuk bertemu denganku lagi

Barangkali kau masih marah dengan percakapan terakhir kita


Aku belum menyerah untuk berdiri menatap sekitar jalanan, hanya ada suara orang-orang sibuk tawar menawar

Atau orang-orang merapihkan jaket kedinginan


Sebelum aku sempat melangkah pergi

Percakapan terakhir itu mengingatkanku bahwa

Di Notre Dame suaramu menggigil cemburu


Ponorogo, 19 November 2020


***



Qwertyuiop


Ada yang sedang membaca kata-kata tanpa mengejanya

Ada yang sedang mencuri dengar kabar tapi tak juga kunjung diberi kabar

Ada yang sedang sibuk berhalu

Dari jeratnya pernyataan meramu sendu


Qwertyuiop bagaimanakah membacamu?

Qwertyuiop bagaimanakah mengejamu?


Semuanya terbalik dan berputar 


Ponorogo, 19 November 2020


***


Barokatus Jeh atau biasa dipanggil Barjeh adalah nama pena. Lahir di Indramayu 27 nov.  Sedang menjadi musafiroh di kota Reyog. Karyanya nangkring di Antologi bersama puisi dan cerpen Candhuk Badra (2018), Jazirah 2 Segara Sakti Rantau Bertuah (2019), Mudik ke Rahim Ibu, puisi Pilihan Lomba Menulis Puisi 2019 Indramayu (2019), Lelaki yang Mendaki Langit Pasaman Rebah ke Pangkuan, Pasaman dalam Puisi Penyair Nusantara (2019), Jazirah Lima (2020). Serta tulisannya dimuat Ruangkabapesisir, Travesia.co, linkkoe my id, Rembukan.com, Suku Seni Riau Apajake.id, Mbludus.com dan Medan Pos. Barjeh aktif di grup daring COMPETER dan Kelas Puisi Bekasi (KPB). IG: octa_essalamah


Laman Literasi Kalbar menerima tulisan berupa puisi, cerpen, resensi, & opini. Silakan kirim ke literasikalbar@gmail.com


Ketentuan tulisan bisa baca di Kirim Tulisan




This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post