Minggu, 07 Januari 2018

Program Gerakan Literasi Sekolah Membutuhkan Sebuah ‘Contoh’

author photo
Tulisan Wahyu Indra Washila Wahidin


"Pemerintah harus bisa lebih pintar dalam memperkenalkan program-program literasi. Memang biaya yang diperlukan pastinya sedikit lebih mahal jika dibandingkan dengan cara memperkenalkan yang biasa saja"
Literasi merupakan sebuah kegiatan membaca serta menulis dengan harapan sang pembaca dan sang penulis bisa menambah wawasan. Akhir-akhir ini terdapat banyak program yang digalakkan oleh pemerintah dalam meningkatkan minat baca masyarakat.

Program Gerakan Literasi Sekolah Membutuhkan Sebuah ‘Contoh’
Pixabay.com
Hasil survei yang dilakukan oleh UNESCO yang sangat tidak mengenakan terhadap tingkat minat baca masyarakat Indonesia yang hanya berkisar 0,001% dari seluruh masyarakat. Indonesia menjadi negara yang tingkat minat baca masyarakatnya terburuk kedua.

Sangatlah miris melihat kondisi Indonesia sekarang, padahal merupakan sebuah negara yang mempunyai penduduk ketiga terbanyak, tetapi masyarakatnya tidak mempunyai ketertarikan membaca padahal perpustakaan-perpustakaan sudah disiapkan oleh pemerintah.

Perpustakaan-perpustakaan di seluruh wilayah Indonesia sudah diperbaiki dan ditambah buku-buku serta komputer untuk meningkatkan daya baca masyarakat. Tetapi, tidak juga cukup dalam meningkatkan tingkat minat baca masyarakat.

Waktu seiring berlalu, pemerintah sering mengadakan program-program yang berkaitan dengan literasi, yaitu Gerakan Indonesia Membaca, Gerakan Literasi Masyarakat, Gerakan Literasi Sekolah, dan lain-lain. Serta ada juga komunitas Gerakan Indonesia Membaca dengan tujuan mengumpulkan orang-orang yang berminat membaca dan menulis serta mengajak masyarakat awam yang masih belum mengenal bacaan dan tulisan.

Program-program yang telah terlaksana ini sebenarnya sudah bagus dalam meningkatkan tingkat minat baca masyarakat Indonesia, tetapi kurang satu saja dalam program-program tersebut, yaitu ‘contoh’ dari program tersebut.

Ibaratkan dengan perusahaan-perusahaan yang mempromosikan barang jualannya kepada masyarakat dengan mengandalkan para artis-artis ataupun orang yang berpengaruh di Indonesia agar jualannya laku, begitupula dengan mempromosikan atau memperkenalkan program-program literasi.

Sudah seharusnya pemerintah berhasil dalam memperkenalkan program-program literasi ini dengan bukti bahwa tingkat presentase membaca masyarakat meningkat secara signifikan. Dengan bantuan para artis atau orang yang berpengaruh di Indonesia, sudah dapat dipastikan banyak masyarakat yang ‘terhipnotis’ dan ikut membaca serta menulis. Cara ini sangatlah berpengaruh.

Apabila pemerintah Indonesia menerapkan cara ini, maka sudah seharusnya tingkat minat baca masyarakat Indonesia akan meningkat secara signifikan. Karena dibantu dengan orang-orang yang berpengaruh di Indonesia, mau itu artis, aktor, ustad, presiden, gurbenur, motivator, dan lainnya.

Suatu program tidaklah cukup jika tidak ada yang mencontohkan. Suatu program hanya akan menjadi wacana jika tidak ada seorang ‘contoh’ yang sangat berpengaruh di masyarakat Indonesia.

Pemerintah harus bisa lebih pintar dalam memperkenalkan program-program literasi. Memang biaya yang diperlukan pastinya sedikit lebih mahal jika dibandingkan dengan cara memperkenalkan yang biasa saja, tetapi setidaknya hasilnya nanti akan lebih memuaskan dan mencapai target dalam meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia.

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post