Rabu, 28 Oktober 2026

author photo
Kuis Latihan Literasi TO
Persiapan TO

Soal Latihan Literasi

Isi identitas diri Anda dan jawablah pertanyaan di bawah ini dengan cermat.

Identitas Siswa

Soal 1 Literasi Teks Prosedur

Setelah membaca teks prosedur uji biodegradasi, Nake, Elvina, dan Ratna berpendapat sebagai berikut.

Nake: "Menurutku petunjuk kegiatan dalam teks mudah dimengerti. Penulis menggunakan kalimat perintah yang sederhana."

Elvina: "Betul, Nake. Apalagi tampilan teks juga sangat menarik. Aku sangat suka dengan pilihan warna infografiknya."

Ratna: "Menurutku, setiap pernyataan dalam teks juga jelas, termasuk rincian waktu penelitian, misalnya ‘setelah 7 hari’."

Pertanyaan:
Pendapat siapakah yang lebih sesuai untuk menilai penggunaan bahasa dalam teks prosedur tersebut?
Klik pada pilihan Sesuai atau Tidak Sesuai untuk setiap pernyataan berdasarkan isi teks!

A. Elvina karena alasan yang diungkapkan mencerminkan tingkat estetika bahasa.
B. Nake karena pernyataan yang disampaikan merujuk pada efektivitas bahasa teks.
C. Ratna karena argumen yang disampaikan merujuk pada keunggulan kalimat rincian.
Soal 2 Literasi Puisi

Hutan Karet

(in memoriam: Sukabumi)

Daun-daun karet berserakan.
Berserakan di hamparan waktu.
Suara monyet di dahan-dahan.
Suara kalong menghalau petang.
Di pucuk-pucuk ilalang belalang berloncatan.
Berloncatan di semak-semak rindu.
Dan sebuah jalan melingkar-lingkar.
Membelit kenangan terjal.
Sesaat sebelum surya berlalu
masih kudengar suara bedug bertalu-talu.
1990

Apa makna larik “Berloncatan di semak-semak rindu” pada puisi tersebut?
Klik pada pilihan Tepat atau Tidak Tepat untuk setiap pernyataan!

A. Rindu yang muncul dan hilang begitu saja.
B. Rindu yang tidak tenang tetapi terasa indah.
C. Rindu yang membawa keputusasaan mendalam.
Soal 3 Literasi Puisi

Hutan Karet

(in memoriam: Sukabumi)

Daun-daun karet berserakan.
Berserakan di hamparan waktu.
Suara monyet di dahan-dahan.
Suara kalong menghalau petang.
Di pucuk-pucuk ilalang belalang berloncatan.
Berloncatan di semak-semak rindu.
Dan sebuah jalan melingkar-lingkar.
Membelit kenangan terjal.
Sesaat sebelum surya berlalu
masih kudengar suara bedug bertalu-talu.
1990

Apa pesan yang ingin disampaikan penulis melalui puisi tersebut?
Klik pada pilihan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan!

A. Alam menyimpan kenangan yang senantiasa dapat dijadikan pelajaran.
B. Ketulusan dalam hidup meskipun tidak berjalan sesuai harapan di masa lalu.
C. Manusia dapat merenungi kehidupannya melalui suara dan gerakan di sekitarnya.
Soal 4 Literasi Cerita Pendek

Pagi itu, Damang, ketua adat, menegaskan bahwa siapa pun yang melanggar aturan Lilifuk akan didenda ternak, uang, dan beras. Ya, sebagai nelayan kami hanya boleh menangkap ikan pada bulan Juni dan Desember. Pelanggaran berarti hukuman dan rasa malu, seakan terputus dari darah Lilifuk dan Pulau Timor.

Aku dan Seno sama-sama nelayan yang menanti Saun Ta’et, upacara menangkap ikan. Menjelang panen, ketua adat memimpin ritual di pantai dan menyerahkan upeti ikan kepada Tuan Lilifuk. Upacara itu sangat kami nantikan. Kami berdiri hormat menghadap laut dibuka, menebar adat, warisan, dan hidup bersama alam Lilifuk yang sakral.

Malam harinya, aku berjalan menyisir pantai bersama adikku, Ading. Udara malam selalu menenangkanku. Namun, di tengah lautan jauh di sana, aku melihat seseorang di atas perahu. Padahal upacara belum dilakukan, tapi sudah ada nelayan yang menangkap ikan. Aku berlari ke rumah ketua adat. Aku juga memanggil warga yang masih tidur untuk bergegas menangkap nelayan itu.

Nelayan itu ditangkap, ternyata dia adalah Seno. Ia dibawa ke rumah ketua adat untuk diadili.

“Kami menemukan bom di perahumu, apa yang hendak kamu lakukan?”

“Aku ingin pergi dari pulau!” Seno berteriak, “Aku sudah tidak ingin hidup di sini. Aku akan mengambil ikan sebanyak-banyaknya untuk bekal di luar pulau!”

Seno tahu, mengebom ikan akan merusak terumbu karang. Dia sengaja mengkhianati desa karena merasa iri dengan petinggi di Lilifuk.

Setelah Seno ditangkap, aku tidak pernah bertemu lagi dengannya. Aku tidak tahu apa hukuman yang dijatuhkan untuknya. Aku pun tahu bahwa dia tidak akan sanggup membayar denda.

Tapi jika tidak ada darah Lilifuk mengalir di tubuhnya, aku yakin dia sudah meninggalkan pulau.

Apa yang terjadi kepada Seno setelah dia ditangkap?
Klik pada pilihan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan berdasarkan isi teks!

A. Seno membayar denda sebagai sanksi dari ketua adat.
B. Seno tidak pernah lagi bertemu dengan tokoh Aku.
C. Seno mengambil ikan sebagai bekal pergi ke pulau lain.
Soal 5 Literasi Teks Fabel

Namaku Lobi, si lebah hutan dari keluarga Apis dorsata. Koloniku tinggal di cabang pohon tinggi di tengah hutan. Di sarang tempat tinggalku ada 60 hingga 70 ribu lebah. Meski sangat ramai, hidup kami sangat rapi dan teratur.

“Hei, Lobi. Kau ini lebah pekerja. Jangan bermalas-malasan terus”, seru Tawi, temanku sesama lebah pengumpul nektar.

“Alangkah enaknya menjadi Kuina, ratu kita. Dia tidak harus repot bekerja. Tubuhnya besar sekali.” Aku selalu iri membayangkan ukuran tubuhnya yang hampir 3 kali berat tubuhku.

“Apa-apaan kau ini, Lobi? Kuina itu pemimpin yang harus selalu kita patuhi dan ikuti ke mana pun ia pergi.” Tawi berbicara seolah aku tak paham. “Ratu juga punya tugas besar. Untuk kelangsungan hidup koloni kita, ia bertelur sekitar 1500 hingga 2000 butir setiap harinya.”

“Iya. Tapi tahukah kamu rahasia umur panjang Kuina?”

“Tentu saja. Itu karena ratu selalu mengonsumsi royal jelly sepanjang hidupnya. Berbeda dengan kita yang hanya mengonsumsi royal jelly tiga hari saat menjadi larva. Itulah mengapa hidup ratu bisa mencapai 3–5 tahun. Sementara kita cuma sampai 40 hari.”

Tawi terbang kesana kemari dengan sayapnya yang kecil tapi kuat. Tubuhnya ramping berwarna kecokelatan dengan ekor yang dilengkapi sengat lurus serta berduri. Sengat inilah yang kami gunakan untuk melindungi sarang dari para pengganggu.

“Hai, kami punya kabar baik. Ada kebun bunga di dekat telaga sana.” Bee dan Polly, para lebah pencari mengabarkan lokasi sumber makanan terbaik.

“Ayo, Lobi. Sekarang saatnya kita bekerja.”

Kami beramai-ramai terbang dan hinggap di bunga-bunga yang sedang mekar, menghisap setiap tetes nektar menggunakan alat hisap, lalu menyimpannya ke dalam kantong madu yang ada di kaki. Nektar yang terkumpul kami simpan dalam sel madu yang terbuka sampai nektar menguap dan membentuk cairan madu yang kental dan matang. Kami bersemangat mondar-mandir dari sarang ke kebun bunga sampai 75.000 kali untuk menghasilkan madu terbaik. Sungguh sibuk kehidupan koloni kami ini.

Bagaimana perbedaan sifat tokoh yang terdapat dalam cerita tersebut?
Klik pada pilihan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan sifat tokoh yang sesuai!

A. Lebah Tawi merupakan sosok yang rajin, sedangkan Lebah Lobi malas bekerja.
B. Lebah Tawi punya tubuh yang gendut sedangkan Lobi punya tubuh yang ramping.
C. Lebah Tawi sosok yang bijaksana, sedangkan Lebah Lobi sosok yang suka cemburu.

Tulis Pendapat Anda 0 comments


EmoticonEmoticon

This Is The Newest Post
Previous article Previous Post