Selasa, 16 Januari 2018

Permasalahan Psikologi dalam Novel

author photo
Judul Buku  : Never Let Me Go
Penulis        : Kazuo Ishiguro
Penerjemah : Gita Yuliani
Penerbit      : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan      : II, November 2017
Tebal          : 360 Halaman
ISBN         : 9789792274936


Tulisan M Ivan Aulia Rokhman

Betapa mengejutkan jika masyarakat telah mengindap penyakit yang diderita dan berbagai problematika baru begitu terjadi di hamparan kota. Belakangan ini hubungan yang merusak suasana hampir memunculkan hal baru mengenai kemanakah ia ditemukan misteri itu? Sampai sekarang cerita ini menjadi jawaban yang sulit dilogikakan atau dirumuskan.    
Permasalahan Psikologi dalam Novel
Sumber: Gramedia.com

Buku ini menceritakan bagaimana Ruth dan Tommy mengakar kehidupan di Hailsham yang akan menghadapai segala percintaan maupun permasalahan yang berbuah penderitaan. Cerita ini diangkat melalui kisah nyata yang barusan saya baca sampai 360 halaman.

Cerita ini dimulai dari latar belakang mencari kunci misterius hingga mewabah penyakit yang belum ada di sekitar Hailsham. Bahasanya cukup imaginasi dan mengugah pembaca sebagai motivasi bagi penikmat novel. Buku karya Kazuo Ishiguro telah meraih Nobel Sastra 2017.

Novel ini dibuka dengan suasana Tommy yang mengindap sakit hati pada Laura. Silih berganti: ekspresi cerah dan bergairah pada awalnya; keprihatinan penuh tanda tanya ketika sudah empat pilihan lewat dan ia masih belum dipilih; sakit hati dan panik ketika mulai menyadari apa yang tengah terjadi. Kami sudah cukup sering melihat ledakan amarah Tommy, jadi kami turun dari bangku-bangku yang menyebar ke sekeliling ruangan (hal 19).

Baca juga: Memetik Ragam Nilai Moral dalam Kehidupan

Tommy ini merasa mengeluarkan ghibah yang disebabkan karena sikap terasa berubah dan mengalami gejala psikologi tak sehat. Merasa ketakutan yang penuh merendam kesedihan maka ia menemukan sebab akibat dari pendendaman Tommy.

Kadang-kadang menggambar cerita ketika amukan satu dengan lainnya merasa menumpahkan kesalahan yang selalu meningginya rasa kebencian, dan membangkai kehidupan hampir lumrah.

Di tengah cerita salah seorang membingungkan atas kesalahan yang diucapkan saat melakukan ceramah. Bahasa yang digunakan selalu menyinggung aturan, dan menjemput penyesalan. Laura mencoba Tommy menurunkan rasa amarah demi menghibur dan bergembira dalam proses belajar-mengajar.

Yang terjadi adalah, bahwa beberapa hari sudah mereka bertengkar dan putus. Kami menggunakan arang dan karena seseorang telah mengambil semua standar, kami terpaksa bekerja dengan papan di pangkuan. Ia mengatakan itu dengan sikap sambil lalu. Tapi Cynthia seorang yang tanggap, dan karena ia bukan anggota kelompok kami, komentarnya malah lebih berbobot (hal 129).

Baca Juga: Tradisi Lisan Dayak yang Tergusur & Terlupakan

Di tengah cerita Tommy bukan anggota kelompok yang dibentuk di Sekolah, ia mengungkapkan pemikiran yang berbobot dan mendetailkan sesuatu yang tidak jelas di sekolah. Khawatirnya sikap Tommy tersebut akan merujuk pada persoalan yang besar bagi diri sendiri. ternyata di masa kekanak-kanakan bahkan belum mengenal dunia yang tererat dengan luar di sekitar Hailsham dan berujung berantakan tanpa kembalinya kesadaran seperti yang dulu.

Hanya saja si Tommy ini tidak menceritakan semua permasalahan yang telah berlalu di hadapan Ruth. Seolah-olah hubungan kasih sayang terasa tak tererat atau terputusnya komunikasi. Di akhir cerita ia melarikan ke rumah sakit untuk menyembuhkan terapi psikologi yang sempat mengindap memori permasalahan yang dulu kerap menjadi pemicu konflik si Tommy.

Mendadak ada banyak kemungkinan terpapar di depan kami, cara-cara untuk menyembuhkan kondisi-kondisi yang dulu tak bisa disembuhkan. Jadi untuk waktu lama kami menyembuhkan kalian, dan orang-orang berupaya keras untuk tidak memikirkan kalian. Dan kalau memikirkan kalian, mereka mencoba menyakinkan diri sendiri bahwa kalian tidak benar-benar seperti kami (hal 328).

Jadi, si terapi berupaya keras untuk menyembuhkan Tommy dari gangguan masa lalu yang hampir suram dan segera direalisasi kembali ingatannya menjadi bahagia pada orang tua dan kehidupannya. Oleh karena itu jangan menjemput masalah sebelum membersihkan tindakan diri sendiri dan orang lain. Begitulah paparan mengenai permasalahan psikologi dalam novel ini.

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post