Jumat, 04 Mei 2018

Buku Sebagai Sumber Bacaan yang Terancam Akan Punah

author photo

Tulisan Ovi Ariska

“Marilah kita tanamkan budaya yang gemar akan membaca, karena dengan membaca seseorang akan berilmu dan berwawasan”



Membaca bagi sebagian masyarakat sudah menjadi budaya bahkan sudah dianggap oleh sebagian masyarakat sebagai sebuah kebutuhan. Jika tidak dilakukan akan merasa ada sesuatu yang kurang di dalam hidupnya jika tidak meluangkan waktunya untuk membaca maupun menulis.

Membaca dan menulis adalah bagian yang sangat penting dan sederhana dari makna literasi. Hanya cukup dengan memberikan waktu luang beserta adanya literatur bacaan untuk dibaca. Tetapi ini bukanlah masalah yang mudah untuk di atasi bagi kalangan masyarakat terutama dikalangan para pelajar.

Dari zaman dulu hingga sekarang buku masih digunakan sebagai literatur atau bahan bacaan untuk dibaca agar memperoleh berbagi informasi. Sampai kapan pun buku akan tetap menjadi bahan bacaan yang tidak akan ada akhirnya.

Baca Juga: Media dan Wadah Literasi Zaman Now

Tapi walaupun buku masih digunakan sebagai literatur bahan bacaan untuk memperoleh berbagai informasi, untuk di zaman sekarang yang cukup modern ini, masyarakat sudah dimudahkan oleh kecanggihan teknologi yang ada di mana membuat masyarakat hanya mencukupkan ilmu yang mereka peroleh semuanya dapat diakses dengan mudahnya dan dengan cepatnya menggunakan perangkat elektronik dan jaringan internet yang ada.

Buku-buku jadi dianggap tidak efisien, tidak praktis, dan terlalu banyak memakan waktu dibandingkan dengan informasi yang diperoleh menggunakan perangkat elektronik dan jaringan internet. Informasi yang diperoleh tersebut juga masih diragukan kebenarannya dibandingkan buku yang sudah terbukti kebenarannya.

Jika kita tidak menanamkan budaya yang gemar akan minat membaca dan menulis maka budaya membaca dan menulis dapat pudar dan hilang dengan sendirinya, dikarenakan tidak adanya rasa suka dan gemar akan membaca.

Baca Juga: Dampak Gadget Terhadap Minat Baca

Untuk mengatasi itu semua, maka dari itu pemerintah membuat program wajib yang dilakukan secara menyeluruh. Pemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan sebuah gerakan yang disebut GLS (Gerakan Literasi Sekolah) yang dituangkan dalam Peraturan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan yaitu tentang “Penumbuhan minat baca melalui kegiatan 15 menit membaca (Peraturan Mentri Pendidikan dan Kebudayan No. 23 Tahun 2015)”.

Gerakan Literasi sekolah dilakukan 15 menit dalam sehari dengan membaca buku nonpelajaran seperti buku-buku tentang kearifan lokal, nasional, internasional, dan juga budi pekerti. Program ini dilakukan tepatnya sebelum dimulai proses belajar mengajar. Para pelajar diharapkan untuk hadir lebih awal ke sekolah yaitu pada pukul 6.45 pagi, para pelajar sudah harus berada di sekolah untuk memulai program Gerakan Literasi Sekolah.

Setelah membaca literatur, para pelajar diharapkan untuk menulis kembali inti penting atau kesimpulan dari apa yang telah dibacanya tersebut. Ini dilakukan untuk membuat para pelajar tahu apa yang telah dibaca dan ilmu pengetahuan, informasi apa yang telah diperoleh dari literatur.

Baca Juga: Meningkatkan dan Mengembangkan Budaya Literasi di Era Globalisasi dengan Bijak Pemanfaatan Teknologi

Dalam menumbuhkan minat membaca dan menulis masyarakat terutama untuk kaum pelajar program Gerakan Literasi Sekolah ini berupaya untuk menumbuhkan dan mengembangkan budi pekerti pelajar, selain itu program ini juga bertujuan untuk membentuk budaya akan minat membaca sehingga dapat terciptanya suatu proses pembelajaran yang menjaga keberlanjutan belajar mengajar dengan memberikan berbagai buku bacaan.

Dengan adanya program Gerakan Literasi Sekolah dapat membentuk suatu budaya yang terbiasa untuk membaca ataupun menulis di mana dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan didalam membaca dan menulis.

Semua itu sangatlah dibutuhkan, bahwa dengan banyak membaca dan menulis dapat memberikan wawasan yang luas, memperoleh informasi dan berbagai ilmu pengetahuan sebagai penunjang seorang pelajar untuk membantu di dalam proses belajar.

Baca Juga: Kalbar Semakin Maju dengan Literasi 

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post