Senin, 02 September 2019

PUISI | Merah Jambu, Durjana, & Sepasang Sahabat

author photo
Pic SS

Merah Jambu*


Puisi Mardiana

Pagi meminjami cahaya emas di wajahku.
Agar dapat kusamarkan pipi merona merah jambu.
Saat dua bulat mata itu melirik.

Aku luluh, jatuh dalam kasih utuh.
Menyambut cinta dengan hati bergemuruh.

Serupa elang asaku berpetualang.
Tentang bisik yang kausisipkan pada kembang di telinga.
Lalu pada sebongkah merah dalam dada yang riuh bersuara.
Malu-malu membidikkan panah asmara.

Semburat jingga yang kita nikmati.
Sambil menyesap aroma senja yang mewangi.
Biarkan dirimu terjerat dalam kegilaan ragawi.
Bertabur rayu pada setiap kata mesra.

Menatap binar di matamu.
Membuatku tak mampu berkata.
Tak sanggup bersuara meskipun hanya desah.
Lalu dekapanmu menemani hingga ujung malam.

Pemangkat, 26 Juni 2019


----

Durjana*


Puisi Asri Septianingrum

Bumi pertiwi menangis
Anak bangsa saling beradu
Berebut kekuasaan yang tak kekal

Manusia manusia bersifat durjana
Bagai Heyna berebut mangsa
Sudah puaskah kau buat
luka menganga di hati rakyat
Siapkah namamu tertoreh
dalam sejarah bangsa sebagai pebundang
Wahai manusia manusia bersifat durjana
Berhentilah, lawan durjana dalam dirimu
Apa kau tak malu menjadi budak kedurjanaanmu

Pontianak, Agustus 2019

-------

Sepasang Sahabat*


Puisi DY Suminar 

Aku dan kamu hanya sepasang sahabat
Yang tiba-tiba hadir, lekat tanpa fikir
Tak perduli perihal bagaimana hidup ditafsir
Cerita kita tidak pernah jenuh mengalir

Kita hanya sepasang sahabat
Yang sering lupa waktu dalam sesaat
Kita lupa cara berpeluk erat
Sebab kita sudah satu
Walau tak pernah tahu
cara mengucap rindu


*Puisi di atas  terbit di Apresiasi Pontianak Post, Minggu, 1 September 2019

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post