Jumat, 10 November 2023

Puisi Palestina Berduka dan Sajak Ivan Aulia

author photo

Literasikalbar.com - Puisi Palestina Berduka dan puisi lainnya karya Ivan Aulia menyajikan penggambaran sekaligus narasi tentang kekinian yang sedang terjadi di dunia. Kemanusiaan dipertanyakan dan rasa duka yang amat mendalam bagi manusia yang memiliki hati. Puisi Ivan Aulia menyajikan puisi yang jelas dan mengajak manusia untuk menyelami makna. Selamat menikmati puisi.


Karya Ivan Aulia 


Puisi Palestina Berduka dan Sajak Ivan Aulia


Puisi Palestina Berduka dan Sajak Ivan Aulia


"Betapa kejinya tentara menyiksa melalui serangan, Meneteskan air mata seakan penderitaan makin panjang."


Palestina Berduka


Palestina kembali runtuh

Tentara menyerang gedung serta warga

Keadaan kota hampir lumpuh

Akses jalan diblokade tentara


Israel dan Palestina saling menyerang

Menewaskan ribuan orang

Berlarian entah kemana demi menyelamatkan diri

Tak punya tempat untuk berlindung

Kini kondisi penuh memprihatinkan

2023

***


Membunuh Nyawa Cinta


Kasih sayang masih melekat

Lembutkan hati tanpa henti dengan berkata-kata

Andaikan memberi sesuatu pasti berasa

Sambil menyiapkan sesuatu ketika ia pulang


Namun berkata lain konflik cinta mendekati retak

Mendadak bunuh nyawa hingga mati

Serasa memikirkan masalah panjang tak kunjung usai

Beban hidup hampir tumpuk

Mendekam di ruang jeruji untuk selamanya

Surabaya, 2023


***

 

Kota Gaza Berperang


Sepanjang kota telah dibombardir tentara

Serasa terjebak dalam suasana perang

Tak ada jalan keluar untuk menyelamatkan diri

Hanya menyisakan jeratan sedih yang meronta-ronta


Lihatlah orang yang terkena serangan

Berjuang mendamaikan negeri ini

Sambil melantunkan kalimat takbir demi perlindungan

Menunggu waktu untuk gencatan senjata

Agar kota kembali tenang

2023

***


Mengenang Namamu Kekasih


Tak tahan menahan tetes air mata

Menyebut namamu kekasih yang dicintai

Kenang butiran purnama memancarkan wajah bidadari

Memanjatkan doa supaya cerahkan hatimu


Sepanjang hari hanya merenung sosok kekasih

Jumpai mimpi dalam setiap cerita

Kini hanya duduk manis menikmati sendiri

Menunggu setahun cukup berat

Jalani hidup tanpa memikirkan kekasih

2023

*** 

Cinta Dilanda Selingkuh


Cinta ini kecewa

Melirik pasangan ketahuan selingkuh

Berasa kemarahan dahsyat

Seakan tak peduli perkataan

Keluar dari ruangan berasa putus hati


Kembali ke rumah

Dalam keadaan murung tanpa bicara

Langsung berbaring mengenang cinta

Sepucuk foto dikumpulkan selama ini

Tentu diakhiri dengan pembakaran lembar demi lembar

Dengan selingkuh ini maka akan menghancurkan perasaan

Surabaya, 2023

***


Diam di Kamar


Menikmati diam di kamar

Seakan tebarkan masa lalu lewat mimpi

Mungkin tak bisa berkata-kata

Jika ingin menghabiskan hari di luar rumah

Namun hanya menyisakan drama


Bila merasa marah

Seolah-olah tak diperkenankan keluar rumah

Tanpa maksud dan tujuan pasti

Mengerucut sedih merona tanpa guncang amarah

Hanya merenung tanpa bersuara

2023

***


Mimpi Ketika Tidur


Ketika bermimpi rasakan keajaiban lebih dalam

Tak tersentuh apa-apa tanpa pandang cahaya

Entah dimana belum satu titik temu

Merekam lokasi serta kejadian


Secara tiba-tiba mendatangi sosok yang diikuti

Kemudian kejar jejak itu

Berasa menikmati mimpi dalam tidur

Tak kuasa lelah melihat keberadaan sosok tersebut

Bangun terasa merekam mimpi yang dialami diri

Surabaya, 2023

***


Kota Diselimuti Tembakan Rudal


Meledak seluruh isinya

Akses jalan ke kota kini tak bisa masuk

Suara ledakan rudal masih mengguncang kota timur tengah

Tak peduli keselamatan warga selama perang

Anggap membunuh penghuni tak berdosa


Betapa kejinya tentara menyiksa melalui serangan

Segala upaya perdamaian tetap menolak

Kehausan hingga kelaparan merejalela warga

Meneteskan air mata seakan penderitaan makin panjang

Seakan-akan hanya merebut kekuasaan

Surabaya, 2023

***

 

Rumah Kosong


Betapa terbengkalainya bangunan kosong

Melihat kedalaman rumah tak berpenghuni

Barang serta benda kesayangan kini tak terawat

Lama kelamaan akan tumbuh rumput serta dedaunan

Tak bakal berani melihat kondisi bangunan kosong


Sejak ditinggal penghuni tak mampu menjual properti penuh kenangan

Bekas bencana yang melanda kota

Kini hanya menguji nyala bila ingin berani di tempat kosong

Kondisi dinding hampir retak sedikit pun

Berani menginjak rumah kosong

Sidoarjo, 2023

***


Panas Menyengat


Terasa mengering tanah serta sungai

Berasa sulit mencari air di tengah krisis kekeringan

Jika berjalan di atas panas terik seakan-akan kulit berkeringat

Lama-kelamaan berjemur di jalan maka akan mati kelaparan hingga kehausan


Selama berbulan-bulan panas terik selalu menyinari hari

Air yang mengalir berasa hangat di tubuh

Namun drama panas ini melepuh

Tak seberapa puas rakyat rasakan panas

Terdapat tumbuhan mengakar ke atas sungai

Rakyat berharap turunnya hujan

Agar panas menyengat segera pergi

Surabaya, 2023




Ivan Aulia Rokhman, C.PS., C.PSA, Alumni Universitas Dr. Soetomo Surabaya. Lahir di Jember, 21 April 1996. Hobby menulis puisi, esai, dan resensi. Karya tulisan telah terbit di media massa maupun online. Saat ini berdomisli di Surabaya. Buku telah terbit antologi puisi Mengakrabi Fajar. Kini bekerja di Yayasan Al Muhajirin Sidoarjo.

Tulis Pendapat Anda 0 comments


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post