-->

Selasa, 01 Juni 2021

Sajak-Sajak Yeni Maulidah & Secangkir Kopi di Dalam Jas

author photo

literasikalbar.com - Sajak-Sajak Yeni Maulidah & Secangkir Kopi di Dalam Jas mengajak pembaca merasakan dan melihat apa yang disajikan.


Sajak-sajak yeni maulidah pic pixabay


Sajak-Sajak Yeni Maulidah & Secangkir Kopi di Dalam Jas


"Dengan menulis aku menjelma kata, di setiap denyut semesta."


Dengan Menulis, Aku


Dengan menulis aku hidup

Diantara suara-suara yang kian redup

Dengan menulis aku abadi 

Meski ragaku telah mati


Dengan menulis aku bicara 

Menanggapi seni peristiwa 

Dengan menulis aku menjelma kata

Disetiap denyut semesta


Cirebon, 2021 


***


Seorang Lelaki dan Tongkat Sakti 


Seorang lelaki dengan tongkat saktinya 

mengawali pagi dengan separuh senyum mangkuk kecil

Ia bukan seorang lelaki pemilih cuaca 

Tak kenal masa atau senja 

Ia lebih percaya pada tongkat saktinya 

Sebab katanya, “hidup adalah pagi dan kopi”

mengawali, menikmati

Kemudian pulang seperti burung 

Yang melepaskan sayapnya pada senja


Cirebon, 2021


***


Ikan-Ikan Surut di Lautan 


Ikan-ikan surut di lautan 

Nelayan masih terduduk hingga petang 

Sampai tiba pulang 

Ia membawa sebungkus hujan 

Istrinya menyambutnya, 

dalam sorot mata serigala 

Dilemparnya nelayan di ruang tamu 

Membisu 

Dengan sebilah kata-kata 


Keesokan harinya 

Tak ada kopi dan cerita di atas meja 

Sedang istrinya, sibuk memasak kata-kata 

untuk bekal suaminya 


Kemudian nelayan pergi 

Dengan sepenuh janji

Mencari ikan-ikan yang bersembunyi


Cirebon, 2021


***


Nikmat Secangkir Kopi 


Sudah sejauh mana kau menyelami secangkir kopi 

Menemani waktu lembur seharian 

Bersama angin malam 

“Bukankah terasa nikmat?”


Tapi apakah kau kan mengingat 

Disuatu saat 

kau tak lagi bisa menikmati secangkir kopi

Dan bau aroma pagi 

Yang keluar dari tubuhmu


Cirebon, 2021


***


Di Dalam Jas Hitam 


Tak ada lagi ketakutan di dalam jas hitam

Saat slogan-slogan mulai dikibarkan 

di sepanjang jalan dan gang-gang perumahan 

Yang tak mendapat apa yang didapat 


Sepanjang hari 

Hujan mengalir deras 

dari tubuh perjuangan 

Yang harus 

menyusuri banjir,

menerjang badai,

menghadapi kebakaran, 

Di perjalanan 


Tak ada lagi ketakutan di dalam jas hitam 

Saat tubuh mulai gerah 

Berdiam dalam lampu merah 

Yang tak ada habisnya


Cirebon, 2021 


***


Yeni Maulidah lahir di Cirebon, 10 Mei 2004. Merupakan seorang pelajar di SMAN 1 Dukupuntang. Hobi menulis karya fiksi dan nonfiksi. Buku solo pertamanya “Seni Menanggapi Peristiwa” terbitan 2021. Beberapa dari karya-karyanya diterbitkan dalam buku antologi, media massa, dan surat kabar.


Laman Literasi Kalbar menerima tulisan berupa puisi, cerpen, resensi, & opini. Silakan kirim ke literasikalbar@gmail.com


Ketentuan tulisan bisa baca di Kirim Tulisan




 

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post