-->

Minggu, 09 Januari 2022

Sajak Anisa Maharani Arianto dalam Langkah Rahasia

author photo

literasikalbar.com -  Anisa Maharani Arianto menyajikan sajak yang begitu dekat dengan pembaca begitu juga mungkin penulisnya. Sajak sederhana tentang kejadian yang lazim kita temukan di keseharian.


Puisi menghapus langkah
Sajak Anisa Maharani Arianto dalam Langkah Rahasia pic pixabay


Sajak Anisa Maharani Arianto dalam Langkah Rahasia


“Menghiasi hidup dengan kisah, kau tak akan bosan menjalaninya. Kisah yang nantinya akan kau ukir dikemudian hari. Kisah yang memiliki makna tersendiri dan berarti.”


Langkah dan Rahasia


Menjadikan sebuah kisah hingga kenangan

Yang dulunya pernah sedekat lem dan prangko 

Mencurahkan isi hati hingga larut malam

Kini menjauh perlahan hingga melupakan


Dulu...

Hanya jarak ruang

Kemudian, jarak ingatan yang memisahkan

Pada akhirnya hati yang tak dapat dipaksakan


Bukan mengapa

Hanya saja cukup menyesak bila menyebut dan mendengar namanya

Nama yang begitu langkah hingga rahasia

Ku tak ingin orang lain mengetahui nya


Kini, hilir waktu pun mengubah keadaan

Kita tak saling membenci dan mencaci

Namun, bersikap biasa tanpa melibatkan kisah

Hanya teman biasa tak seperti dulu kala...


Pontianak, 2021


***


Dayang


Dayang berkelana

Hanyut diseret angin

Bagai pohon bergoyang

Mencari jati pun kelimpungan...


Dayang pun duduk bersandar dibalik gua

Mencari kesangsian melimpah 

Dayang berdiri...

Memilih pergi namun terhenti


Dayang berputar mengelilingi danau

Namun belum menemui

Dayang berjalan...

Kelimpungan menghantui


Kalaulah dayang berhenti...

Apa yang akan ia cari?

Kalaulah dayang memulai

Apa yang akan ia dapat di kemudian hari?


Pontianak, 2021


***


Mama


Paras yang begitu indah

Walau paras itu tidak lagi muda

Tapi...

Bersinarnya cahaya di setiap kasih yang ia berikan


Tawa menutupi setiap jejaknya...

Tanpa seorang pun tahu, apa yang ia rasakan

Hanya berkata, “Tidak apa”, “Jangan khawatir”, “Tenang saja”

Sangat mencirikan dirimu...


Aku kadang bingung...

Sekuat itukah engkau?

Mungkin diumpamakan sebagai Baja akan sangat kalah jauh...

Engkau tak dapat diumpamakan!


Dirimu sangatlah berbakat di setiap hal

Dirimu dapat berubah kala situasi membutuhkan mu...

Semua akan menyadari itu...

Itulah dirimu...

Mama

Segala sesuatu yang diberikan tanpa batas dan balas...


Pontianak, 2021


***


Papa


Jiwanya tak seperti ketika muda

Rambutnya tak sehitam dahulu

Namun, senyuman dan semangatnya selalu mengajariku artinya kehidupan 

Tak pula ia sematkan rasa benci dihidupnya


Di setiap malam...

Saat semua tertidur

Dirimu menyibukkan diri, memohon kepada Tuhan

Kau memohon agar aku menjadi anak berbakti dan penuh cinta


Sungguh...

Ketika ku mengingat tempo dulu

Ku sangat menyesali

Menyesali akan kesalahanku padamu


Kini, walau engkau rapuh 

Percayalah, ada kasihku untukmu

Kadang aku egois dan tak mempercayaimu

Tapi sikapmu padaku sangat lembut, penuh cinta


Papa...

Segala pengorbananmu pada ku akan ku kenang selalu

Semoga ku tak ingkar akan hal itu

Demi mu...


***


Kerikuhan


Mencetak sebuah bayangan

Betapa sulitnya perkara

Tak semudah yang ku bayangkan 

Hanya saja ku terus mengemban rasio...


Tetes keringat dingin beterjunan

Bilik nafas pun tak sepadan

Hanya saja ku memberanikan diri

Untuk lembaran kesulitan


Mencari bantuan pun tak diharuskan 

Diriku bagai sesat di dalam hutan


Pontianak, 2021

***


Puisi menghapus jejak

Anisa Maharani Arianto yang akrab disapa Nisa. Berasal dari Pontianak, Kalimantan Barat. Anisa merupakan seorang pelajar SMA yang memiliki hobi menulis. Melalui hobinya tersebut, Nisa berharap karya-karya tulisannya dapat memotivasi dan menghibur banyak orang yang membacanya. Instagram: nisrain.1


Berkaitan dengan isi tulisan sepenuhnya tanggung jawab penulis.


Literasi Kalbar sebagai wadah kreativitas berliterasi baca tulis.

 

Literasi Kalbar menerima tulisan berupa puisi, cerpen, resensi, & opini. Silakan kirim ke literasikalbar@gmail.com


Ketentuan tulisan bisa baca di Kirim Tulisan


This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post